Mengambil Foto Makanan dari Internet untuk Menu? Ini Risiko Hak Cipta yang Jarang Disadari
Godaannya mudah dipahami. Menu baru harus segera jadi, foto belum sempat diambil, dan di internet ada foto rendang yang sempurna: kuah mengilap, daging berserat, cahaya hangat. Simpan, tempel di menu, beres.
Banyak usaha kuliner melakukan ini tanpa berpikir panjang. Padahal ada dua masalah sekaligus: masalah hukum, karena foto itu milik orang lain, dan masalah kepercayaan, karena rendang yang datang ke meja tamu tidak akan pernah terlihat seperti foto itu.

Foto adalah ciptaan yang dilindungi
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta secara tegas memasukkan karya fotografi sebagai ciptaan yang dilindungi (Pasal 40 ayat 1 huruf k). Perlindungannya muncul otomatis begitu foto dibuat, tanpa perlu didaftarkan. Untuk karya fotografi, masa perlindungannya 50 tahun sejak pertama kali diumumkan (Pasal 59).
Pasal 9 mengatur bahwa penggunaan secara komersial atas sebuah ciptaan memerlukan izin pencipta atau pemegang hak cipta. Menu restoran adalah alat jual, jadi foto di menu jelas merupakan penggunaan komersial.
Sanksinya tidak ringan. Menurut Pasal 113 ayat (3), pelanggaran hak ekonomi tertentu untuk penggunaan secara komersial dapat dipidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar, seperti juga dijelaskan Hukumonline. Dalam praktiknya, kebanyakan kasus berawal dari teguran atau permintaan penghapusan, tetapi Anda tidak ingin sampai ke tahap mana pun.
Mitos yang sering terdengar
“Fotonya ada di Google, berarti bebas.” Tidak. Google hanya menampilkan hasil penelusuran; foto tetap milik pembuatnya.
“Saya sudah mencantumkan sumbernya.” Mencantumkan sumber tidak sama dengan mendapat izin.
“Hanya untuk usaha kecil, tidak akan ada yang tahu.” Fotografer dan merek makin mudah melacak penggunaan foto mereka dengan pencarian gambar terbalik.
“Saya ubah sedikit, jadi sudah jadi milik saya.” Memotong atau memberi filter tidak menghapus hak cipta aslinya.
“Ini foto dari akun pembuat konten yang pernah makan di sini.” Foto atau video itu tetap milik pembuatnya. Untuk memakainya di menu atau iklan, mintalah izin tertulis, bahkan sekadar lewat pesan yang jelas.

Masalah kedua: foto yang tidak jujur
Bahkan foto yang legal, misalnya foto stok berlisensi bebas, bisa menjadi masalah kalau tidak menggambarkan hidangan Anda yang sebenarnya. Undang-Undang Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha memperdagangkan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan janji dalam keterangan, iklan, atau promosinya. Foto rendang dari restoran lain di menu Anda adalah janji yang tidak bisa Anda tepati.
Dan dari sisi bisnis, tamu yang merasa tertipu oleh foto tidak hanya tidak kembali; mereka sering mengunggah foto pembanding di ulasan.
Cara aman mendapatkan foto menu
- Potret hidangan Anda sendiri. Ponsel modern sudah lebih dari cukup. Cahaya alami dari samping, piring yang bersih, dan porsi yang sama dengan yang diterima tamu.
- Pakai jasa fotografer dengan perjanjian tertulis. Sebutkan dengan jelas siapa pemegang hak cipta dan untuk apa saja foto boleh dipakai: menu, media sosial, iklan, Google Maps.
- Minta izin untuk konten tamu atau pembuat konten. Simpan bukti izinnya.
- Untuk foto suasana atau bahan, pakai situs foto bebas pakai yang lisensinya jelas, dan baca syaratnya. Tapi jangan pakai foto stok untuk menggambarkan hidangan spesifik Anda.
- Jangan pakai gambar buatan AI untuk menggambarkan hidangan. Gambar itu tidak menggambarkan hidangan Anda yang sebenarnya.
Foto sendiri, di menu sendiri
Begitu Anda punya foto hidangan sendiri, pakailah di semua tempat yang dilihat tamu: di menu di meja, di Google Maps, di media sosial. Satu set foto yang jujur, dipakai konsisten.
Di MenuOnGo, setiap hidangan bisa diberi foto sendiri, termasuk di paket gratis, dan foto itu ikut tampil di tautan menu yang Anda pasang di Google Maps. Di paket Pro, Anda juga bisa menambahkan video pendek hidangan yang Anda rekam sendiri, karena tidak ada yang lebih meyakinkan daripada melihat hidangan asli bergerak di dapur Anda. Satu catatan yang perlu jelas: foto, video, dan teks yang Anda unggah tetap menjadi tanggung jawab Anda, jadi pastikan semuanya milik Anda atau sudah mendapat izin.
Sumber foto dan risikonya
| Sumber foto | Boleh untuk menu? | Catatan |
|---|---|---|
| Foto hidangan sendiri | Ya | Paling aman dan paling jujur |
| Fotografer bayaran | Ya, sesuai perjanjian | Tulis siapa pemegang hak cipta dan cakupan penggunaan |
| Foto dari tamu atau pembuat konten | Hanya dengan izin | Simpan bukti izin |
| Situs foto bebas pakai | Untuk suasana atau bahan | Jangan untuk menggambarkan hidangan spesifik |
| Foto dari Google, Instagram, situs lain | Tidak, tanpa izin | Risiko pidana dan perdata |
| Gambar buatan AI | Tidak disarankan | Tidak menggambarkan hidangan sebenarnya |
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah memakai foto makanan dari Google untuk menu restoran? Tidak tanpa izin. Karya fotografi dilindungi UU Nomor 28 Tahun 2014, dan penggunaan komersial, termasuk di menu, memerlukan izin pencipta atau pemegang hak cipta.
Berapa lama hak cipta sebuah foto berlaku? Menurut Pasal 59 UU Nomor 28 Tahun 2014, perlindungan karya fotografi berlaku 50 tahun sejak pertama kali diumumkan.
Apa sanksi memakai foto orang lain untuk kepentingan komersial? Pasal 113 ayat (3) UU Hak Cipta mengatur pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar untuk pelanggaran hak ekonomi tertentu dalam penggunaan secara komersial.
Apakah mencantumkan sumber foto sudah cukup? Tidak. Mencantumkan sumber berbeda dengan mendapat izin. Untuk penggunaan komersial, Anda tetap memerlukan izin dari pemegang hak cipta.
Bolehkah memakai foto stok untuk menu? Untuk suasana atau bahan, boleh selama lisensinya mengizinkan. Untuk menggambarkan hidangan spesifik Anda, sebaiknya tidak, karena foto yang tidak sesuai dengan hidangan asli bisa menyesatkan tamu.
Sumber: Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (JDIH BPK); Hukumonline (klinik hukum tentang penggunaan komersial ciptaan); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (JDIH BPK). Gambar: Pexels (bebas digunakan). Data per 19 Oktober 2026. Artikel ini bukan nasihat hukum.
Baca saat istirahat. Menu Anda tetap bekerja.
Tiga puluh hari dengan semua fitur Pro, termasuk impor menu, tanpa bayar apa pun.